Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Lima Syarat Menjadi Santri Sejati Dalam Bait Alfiyah Ibnu Malik


Nadzam Alfiyah Ibnu Malik merupakan kumpulan bait-bait dalam menjelaskan gramatika arab, memuat nahwu, shorrof, juga i'lal. Bait yang terdiri dari 1004 ini sangat akrab dalam keseharian santri senior, sebab santri yang sudah mempelajarinya sudah pasti mengenal dasar-dasar gramatika arab dalam Kitab Jurumiyah dan Al Imrithi.

Walaupun demikian, dalam bait-bait Alfiyah juga terdapat kalam-kalam nasehat untuk santri. Diantaranya ialah lima syarat yang harus dimiliki oleh seorang santri (thalibul ‘ilmi) untuk sampai pada derajat yang tinggi. Ibnu Malik Al-Andalusi dalam kitab Alfiyah-nya mesdiskripsikan cara lima syarat tersebut denga lima point tersebut yang nantinya akan membedakan antara thalibul ‘ilmi yang taat dan tidak. Hal itu beliau torehkan dalam bait syair Alfiyah-nya yang berbunyi:

بالجر والتنوين والنداء وال ومسند للاسم تمييز حصل
“Bil jarri wat tanwini wan nida wa al # wa musnadin lil ismi tamyizun hashal”

Artinya, "seorang thalibul ‘ilmi harus mempunyai dan sifat-sifat sebagai berikut:

Pertama, jar. Seseorang thalibul ‘ilmi harus mempunyai dan bersifat seperti jar. Dalam artian tunduk dan tawadduk terhadap semua perintah (baik dari Allah SWT maupun pemerintah). Hal ini sesuai dengan firman Allah swt. yang berbunyi, “athi’ullaha wa athi’ur rasul wa ulil amri minkum”.
اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ

Kedua, tanwin. Artinya kemampuan (baca: niat) yang tinggi mencari ridha Allah SWT. Dengan adanya kemauan yang tinggi seorang thalibul ‘ilmi akan mencapai apa yang ia inginkan. Sesuai dengan apa yang di sabdakan nabi Muhammad saw. yang datangnya dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh, Umar bin Khattab r.a. bahwa nabi Muhammad saw. pernah bersabda yang bunyinya, “innamal a’malu binniyati, wa innama likullimriin ma nawa… (al-Hadits)”.
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Ketiga, nida’. Artinya dzikir. Setelah adanya niat yang baik untuk mencapai tempat yang layak di sisi Allah swt., seorang thalibul ‘ilmi diharapkan berdzikir mengingat-Nya. Dengan ini, niat awal tidak akan menjadi ‘ashi (bis safar/fis safar).

Keempat, al, yang berarti berfikir. Karena berfikir manusia mempunyai derajat yang lebih tinggi dari makhluk Allah lainnya. Maka dari itu, setidaknya seseorang yang ingin menggapai sesuatu seyogyanya menggunakan akal pikirannya sebaik mungkin, dengan tidak menggunakannya pada jalan yang salah, tidak berpikiran licik. Tidak seperti apa yang jamak dilakukan para aktivis yang kadang menggunakan akal pikirannya untuk mengkorup uang bawahannya, instansi, dan sejenisnya.

Kelima, musnad ilaih. Beramal nyata (ikhlas). Cara yang kelima ini merupakan puncak dari semuanya. Dengan ikhlas semuanya akan gampang, bahkan hal yang selama ini sulit untuk di dapatkan itu bisa terealsasiakn rahasianya hanya dengan bisa melapangkan hati untuk senantiasa ikhlas dalam segala amal.

Posting Komentar untuk " Lima Syarat Menjadi Santri Sejati Dalam Bait Alfiyah Ibnu Malik"