Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hadis Ke-11, 12, dan 13 Kitab Arbain Nawawi : Sikap diri dalam perilaku sehari-hari


1 Desember 2024, penulis mengisi kajian rutinan di Majelis Ilmu Baitiqu dengan menularkan kalam hikmah yang terdapat di dalam Kitab Arbain Nawawi. Hadis dari Rasulullah SAW yang ditulis oleh ulama' kesohor diajarkan oleh kiai kepada kita para santrinya, kemudian kita pun selaku santri mengajarkannya kepada generasi setelahnya. Begitulah sannad keilmuan itu terus bersambung hingga Rasulullah SAW.
Setelah muqaddimah, penulis mengingatkan hadirin bahwa kita saat ini berada di bulan Desember, bulan terakhir di Tahun 2024 namun akan Kembali di tahun mendatang 2025 dengan peristiwa dan tokoh yang berbeda. Hal ini hanyalah gambaran bahwa setiap awal pasti ada akhirnya, setiap pertemuan pasti ada perpisahan, setiap kehidupan pasti menumui kematian. Kesimpulannya: tidak ada yang abadi dalam satu keadaan.
Untuk mengurai senyap karena terlalu fokus, penulis pun melafalkan pantun,
Kapan-kapan aku mau naik unta
Tapi sekarang aku sedang jualan palu
Desember mengajarkanku satu cerita
Cerita bahwa waktu begitu cepat berlalu
Panggang lobster di dataran rendah
Keluarga ramai kompak melangkah
Bulan Desember, bulan yang indah
Semoga damai dan penuh berkah
Hari-hari yang telah dan akan berlalu harus dipergunakan betul dengan maksimal, jangan sampai kita meninggalkan noda hitam yang membuat kita menyesal selamanya. Begitulah kita diperintahkan oleh Allah SWT melalui sabda NabiNya Muhammad SAW untuk terus memperhatikan sikap diri dalam perilaku sehari-hari.
Dalam hadis ke-11 kitab Arbain Nawawi, Nabi Muhammad SAW juga bersabda: "Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu". Hadis ini melanjutkan hadis-hadis sebelumnya perihal dengan syubhat, seseorang yang terjaga dari syubhat maka ia telah menjaga kehormatan dirinya dan agamanya, namun banyak pula yang meremehkan syubhat hingga terjerumus pada yang haram. Naudzubillah.
Selanjutnya dalam hadis yang ke-12 menjelaskan tentang meninggalkan perbuatan yang tidak bermanfaat baginya. Perlu diingat bahwa ukuran perbuatan manfaat dan tidak manfaat bahkan bahaya setiap orang berbeda-beda, maka dia sendirilah yang dapat mengukurnya. Jangan sampai ukuran kita salah terhadap orang lain, yang menjadikan kita mencemoohnya serta menduga dia telah menyia-nyiakan waktunya, padahal kitalah yang telah berbuat dholim kepadanya dengan mencelanya.
"Dalam ceramah dan penjelasan di buku-buku, hadis ke-12 ini sering dicontohkan oleh para da'i bahwa termasuk perbuatan yang menyia-nyiakan Waktu ialah nonton TV dan main game. Perbuatan-perbuatan tersebut dipandang jelek (menyia-nyiakan waktu) sebab perbandingannya ialah membaca Al Qur'an dan berdzikir, walaupun pada kenyataannya sang dai pun tidak selalu membaca Al Qur'an atau pun berdzikir". Tentu penulis kurang sependapat dengan narasi tersebut.
Kemudian hadis ke-13 menerangkan bahwa kita harus mencintai orang lain selayaknya mencintai diri kita sendiri. Perbuatan apapun yang tidak kita suka terjadi pada diri kita, maka jangan lakukan perbuatan itu kepada orang lain.
Demikianlah sikap diri dalam perilaku sehari-hari yang terangkum dalam 3 sikap,
1. Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu (Hadis Ke-11)
2. Meninggalkan perbuatan yang tidak bermanfaat (Hadis Ke-12)
3. Mencintai orang lain selayaknya mencintai diri sendiri (Hadis Ke-13)
Semoga bermanfaat.
عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ الْحَسَنُ بْنُ عَلِي بْنِ أبِي طَالِبٍ سِبْطِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَيْحَانَتِهِ رَضِيَ الله عَنْهُمَا قَالَ : حَفِظْتُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؛ دَعْ مَا يَرِيْبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيْبُكَ .

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ
عَنْ أَبِي حَمْزَةَ أَنَسْ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، خَادِمُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

 

Posting Komentar untuk "Hadis Ke-11, 12, dan 13 Kitab Arbain Nawawi : Sikap diri dalam perilaku sehari-hari"