Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hadis Ke-19 Kitab Arbain Nawawi : Prioritaskan Tuhanmu


Seseorang bertanya kepada kami perihal tulisan dari materi-materi ceramah yang telah kami sampaikan. Kami pun menjawab maksud dan tujuanya bahwa tulisan ulang dari ucapan yang pernah dikeluarkan dari lisan ialah sebagai pengingat untuk diri sendiri tentang nasehat-nasehat yan bersumber dari hadis Nabi Muhammad SAW dan dipahami oleh penulis kemudian disampaikan kepada pendengar dan pembaca. Mungkin pada waktunya, nasehat ini dibutuhkan saat sesuai dengan kondisinya atau mungkin sebagai koreksi dari pemahaman yang belum tepat, bahkan keliru.

Sebagaimana abadinya tulisan-tulisan dan hilang lenyapnya suara-suara dibawah angin bertebaran. Bagaimanapun tulisan dapat diarsipkan, namun suara lisan sering hilang ditelan zaman.

Pada hari Ahad, 26 Januari 2025 penulis menyampaikan hadis ke-19 dalam Kitab Arbain Nawawi. Hadis ini memuat tentang hak-hak Allah SWT yang harus diprioritaskan oleh hamba-hambaNya. Timbal baliknya ialah seseorang yang memprioritaskan Tuhannya, maka alam pun akan menjadian dia sebagai prioritas.

"Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau mau meminta, mintalah kepada Allah. Jika engkau mau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah."

Begitulah redaksi hadis ini disabdakan oleh lisan mulia Nabi Muhammad SAW saat beliau menasehati sahabat Ibnu Abbas ra.

Menjaga Allah SWT ialah menjaga segala perintah Allah SWT pada dirinya agar jangan sampai lalai, sholat didirikan, zakat ditunaikan, puasa dan amal sholeh dilakukan. Begitu juga dengan menjaga diri dari hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT, jangan sampai mencuri, berzina, berkata bohong, dan amal jelek yang lainnya. Bila hal itu dilakukan, maka niscaya Allah SWT menjaga pelakunya dari kerugian di dunia dan akhirat.

Begitulah janji Allah bahwa seorang mukmin yang beramal baik akan mendapatkan kehidupan yang mapan lagi nyaman.

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ۝٩٧

Artinya: "Siapa yang mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan dia seorang mukmin, sungguh, Kami pasti akan berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang selalu mereka kerjakan."

Menjaga Allah SWT dapat pula diartikan dan diaplikasikan untuk terus mengenal Allah di saat lapang dan senang, sehingga ketika dia dalam posisi terhimpit dan sulit, Allah SWT segera memberikan kemudahan baginya. Seseorang memang sudah seharunya meminta pertolongan hanya kepada Tuhannya, dengan terus mengenal Allah SWT dengan segala sifat-sifatnya, tentu akan membuat seseorang terus tenang dalam setiap keadannya.

"Ketahuilah apabila semua umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak bisa memberikan manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan seandainya mereka pun berkumpul untuk menimpakan bahaya kepadamu dengan sesuatu, maka mereka tidak dapat membahayakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu."

Dari hadis di atas, Rasulullah SAW memberikan peringatan kepada umatNya bahwa dalam keseharian manusia kadang didampingi oleh sahabat yang ingin terus memberikan support padanya dan kadang pula dihadapkan dengan musuh yang ingin mencelakakannya. Apabila prioritas perilakunya hanya berdasarkan kondisi orang-orang yang ada disekitarnya, maka dia akan kelimpungan menyesuaikan sifat-sifat orang disekelilingnya, baik itu orang yang berbuat baik atau pun berbuat buruk. Berbeda halnya bila dia memperioritaskan Allah SWT, maka dia akan memperlakukan orang-orang disekelilinya sesuai tuntunan dan ajaran Allah SWT melalui sabda Nabi Muhammad SAW yang dilanjutkan oleh para sahabat, tabi'in, ulama, dan kiai. Hal ini karena dia dari awal telah mengetahui dan mengenal Allah SWT. Semua yang telah menjadi takdinya pada terjadi padanya.

"Ketahuilah, bahwa apa saja yang luput darimu, maka tidak akan pernah menimpamu. Dan apa yang menimpamu, maka tidak akan pernah luput darimu. Ketahuilah bahwa kemenangan bersama kesabaran, kelapangan itu bersama kesulitan, dan bersama kesulitan itu ada kemudahan.”

Seorang manusia tidak akan pernah berada dalam satu posisi yang sama, ada kalanya lapang dan mudah, ada kalanya sulit. Saat lapang dan mudah, maka gunakanlah syukur sebagai sikapnya. Saat sulit, maka jadikan sabar sebagai perisainnya. Bukannya Allah SWT telah menjadi dua kemudahan di dalam satu kesulitan, sebagaimana kata sulit yang diulang 2 kali dan kata mudah yang diulang 2 kali juga. Orang arab menjelaskan bahwa bila isim ma'rifat diulang dua kali maka problemnya sama, namun bila nakirah diulang dua kali maka solusinya berbeda. Tentunya 1 problem tidak akan mengalahkan 2 solusinya.

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا , إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“لن يغلب عسر يسرين”

Materi di atas, penulis sampaiakan dalam Majelis Ilmu BaitiQu di Mushalla Baiturrahman, Tuku, Sawahluar, Kotakusuma.

الحَدِيْثُ التَّاسِعَ عَشَرَ

عَنْ أَبِي العَبَّاسِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُمَا قَالَ كُنْتُ: خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْماً فَقَالَ لِي: (( يَا غُلاَمُ! إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، اِحْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ باِللهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ )) رَوَاهُ التِّرْمِذِي وَقَالَ: (( حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ ))، وَفِي رِوَايَةِ غَيْرِ التِّرْمِذِيِّ: (( اِحْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ أَمَامَكَ، تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ، وَاعْلَمْ أَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيْبَكَ، وَمَا أَصَابَكَ لَم يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ، وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الفَرَجَ مَعَ الكَرْبِ، وَأَنَّ مَعَ العُسْرِ يُسْراً )).

Terima kasih.

 

Posting Komentar untuk "Hadis Ke-19 Kitab Arbain Nawawi : Prioritaskan Tuhanmu"